-puisi dalam sebuah mimpi-
Berjalan di satu lurung tinggi
di lereng di sebuah kaki bukit
bertemu tanah perkuburan anih
aku melihat bersama dengan anakku
kubur-kubur ratusan tahun lamanya
tiap kubur penunggunya pakaian putih
rambut,jangut,kening panjang perang.
menjadikan aku rasa panit dan takut
setiap penunggu ada berbilang bangsa
persis mereka bagai patung bernyawa,
tidak bergerak cuma nadi masih ada
dihujung tanah perkuburan itu pula
ada saekor singa jantan sedang baring
besar,garang,tetapi tidak memperdulikan
anakku berjalan lambat, tetapi selamat.
Oleh: Nurimanja,
mimpi yang sukar dilupa,
sedang mencari tafsirannya.
jam 1.00 pagi, sebelum terbit sajak.
di blog citrarasa 2hb, jun, 2010.





