Aku rasa,
yang paling menarik
ketika tapak kakiku
berukur dua jari,
sedang bibirku
enak menyedut susu
mesra dalam dakapan
dan dipelukkan ibu
Ah, enaknya!
dan damainya
rasa hatiku.
Kini cuma,
tinggal kenangan
sesekali datang
menyingkap cerita
bermain di hati
kini aku mengerti
menyerah diri
seorang yang sepi
bila ibu ayah
tiada lagi
di dunia ini.
Oleh: Nurimanja,
Sajak lagenda 1972,
Waktu masih bersekolah.
yang paling menarik
ketika tapak kakiku
berukur dua jari,
sedang bibirku
enak menyedut susu
mesra dalam dakapan
dan dipelukkan ibu
Ah, enaknya!
dan damainya
rasa hatiku.
Kini cuma,
tinggal kenangan
sesekali datang
menyingkap cerita
bermain di hati
kini aku mengerti
menyerah diri
seorang yang sepi
bila ibu ayah
tiada lagi
di dunia ini.
Oleh: Nurimanja,
Sajak lagenda 1972,
Waktu masih bersekolah.


