sajak sayembara lelaki utama
Seorang tua di kaki laut
tatkala tirai siang mula tertutup
di saat tabir malam mula berlabuh
di waktu sang camar mula berteduh
bilal mula melaungkan panggilan
kakinya masih terasa kaku
tiada daya mengatur langkah
sudah hilang upaya dirinya
tongkat peneman tergenggam erat
terbayang sejenak waktu dahulu
waktu sebegini lincah
kaki mengorak langkah
menggalas beban rezeki laut
pantas mengejar 27 pahala
ke sana ke sini tiada halangan
namun itulah ketentuan kehidupan
usianya kini sudah di lewat senja
kudrat tua jelas membatasi diri
cuma hanya mampu berserah
agar perjalanannya dipermudah
Seorang tua di kaki laut
tatkala tirai siang mula tertutup
di saat tabir malam mula berlabuh
di waktu sang camar mula berteduh
bilal mula melaungkan panggilan
kakinya masih terasa kaku
tiada daya mengatur langkah
sudah hilang upaya dirinya
tongkat peneman tergenggam erat
terbayang sejenak waktu dahulu
waktu sebegini lincah
kaki mengorak langkah
menggalas beban rezeki laut
pantas mengejar 27 pahala
ke sana ke sini tiada halangan
namun itulah ketentuan kehidupan
usianya kini sudah di lewat senja
kudrat tua jelas membatasi diri
cuma hanya mampu berserah
agar perjalanannya dipermudah
Oleh: Orang lama
sajak mengenang nasib diri sendiri,
sajak mengenang nasib diri sendiri,
/28 Julai 2011 2:18 PM
