Khamis, 5 Julai 2012

KITA PUN BAGAI DEDAUN




Puisi simbolik buat renungan.


Dahulu,
kita yang merendang menyongsong angin
menahan hujan panas untuk mencantekan
rimbunan pepohon dalam sebuah taman.

Dinihari,
Kita pun keguguran  bagaikan  dedaun
yang tua dan kering meningalkan ranting
jatuh melayang ke bumi menjadi kering dan layu.

 
Oleh; Nurimanja,
Catatan  sk St Xavier, Lebuh Farquhar,Penang.
13hb, Mac, 1988




Rabu, 4 Julai 2012

DI MASA LALU (8)




 Sayembara puisi Mei tempat  ke lapan

ada waktunya ku mencoba
berbicara sendiri dengan jiwa raga
sebelum membuka bertanyakan
pula pada diriku sendiri
apa saja telah kulakukan?
sudahkah aku ini merasakan
sesuatu tentang penyesalan,
sebelum pengorbanan ataupun
ketulusan di masa lalu

Oleh: Paloi Atang
sajak sedih/31 Mei 2012 12:52 PG




Ahad, 1 Julai 2012

LEMBAYUNG (7)



Sayembara puisi tempat ke tujuh.

Lembayung hadir didepan mata
membias tanpa aturan
tak juga mampu menentramkan hati,
seolah mencerminkan satu memori
kisah telah berlalu hatiku merenung…
sebuah alam membuat jasadku terpaku
tetapi sukar untuk dimengerti


Oleh: Salleh Muhamadon
sajak simbolik/31 Mei 2012 12:54 PG